Thursday, May 10, 2012

Pengumuman Hasil Seleksi OSN Tingkat Kota Surakarta 2012

Alhamdulillah..
Sebuah kata yang pantas kita ucapkan karena tahun ini, impian kami dapat terwujud.

Pada hari Senin tanggal 7 Mei 2012, hari yang telah lama dinanti-nantikan, akhirnya diumumkan hasil seleksi OSN Tingkat Kabupaten/Kota 2012. Dan kami sangat bersyukur setelah mengetahui bahwa ketiga teman kami lolos ke provinsi. Mereka adalah :

1. Nashruddin ( XI IPA I)
2. Nur Ilham Azizah ( XI IPA 3)
3. Rahmat Setyawan ( X-1)

Mereka akan berjuang meneruskan mimpi mereka pada hari Rabu tanggal 6 Juni 2012 di Semarang. Selamat berjuang, ingatlah bahwa orang yang menjadi juara adalah yang pantas mendapatkannya.Pantaskah kita mendapatkannya ?

Wednesday, April 18, 2012

Popular Classification of Volcanoes


Active

A popular way of classifying magmatic volcanoes is by their frequency of eruption, with those that erupt regularly called active, those that have erupted in historical times but are now quiet called dormant orinactive, and those that have not erupted in historical times called extinct. However, these popular classifications—extinct in particular—are practically meaningless to scientists. They use classifications which refer to a particular volcano's formative and eruptive processes and resulting shapes, which was explained above.
There is no real consensus among volcanologists on how to define an "active" volcano. The lifespan of a volcano can vary from months to several million years, making such a distinction sometimes meaningless when compared to the lifespans of humans or even civilizations. For example, many of Earth's volcanoes have erupted dozens of times in the past few thousand years but are not currently showing signs of eruption. Given the long lifespan of such volcanoes, they are very active. By human lifespans, however, they are not.
Scientists usually consider a volcano to be erupting or likely to erupt if it is currently erupting, or showing signs of unrest such as unusual earthquake activity or significant new gas emissions. Most scientists consider a volcano active if it has erupted in holocene times. Historic times is another timeframe for active.[4] But it is important to note that the span of recorded history differs from region to region. In China and the Mediterranean, recorded history reaches back more than 3,000 years but in the Pacific Northwest of the United States and Canada, it reaches back less than 300 years, and in Hawaii and New Zealand, only around 200 years.[5] The Smithsonian Global Volcanism Program's definition of active is having erupted within the last 10,000 years (the 'holocene' period).
Presently there are about 500 active volcanoes in the world – the majority following along the Pacific 'Ring of Fire' – and around 50 of these erupt each year.[6] The United States is home to 50 active volcanoes.[7] There are more than 1,500 potentially active volcanoes.[8] An estimated 500 million people live near active volcanoes.[9]

Extinct


Fourpeaked volcano, Alaska, in September 2007, after being thought extinct for over 10,000 years.
Extinct volcanoes are those that scientists consider unlikely to erupt again, because the volcano no longer has a lava supply. Examples of extinct volcanoes are many volcanoes on the Hawaiian – Emperor seamount chain in the Pacific Ocean, Hohentwiel, Shiprock and the Zuidwal volcano in the Netherlands. Edinburgh Castle in Scotland is famously located atop an extinct volcano. Otherwise, whether a volcano is truly extinct is often difficult to determine. Since "supervolcano"calderas can have eruptive lifespans sometimes measured in millions of years, a caldera that has not produced an eruption in tens of thousands of years is likely to be considered dormant instead of extinct. Some volcanologists refer to extinct volcanoes as inactive, though the term is now more commonly used for dorment volcanoes once thought to be extinct.

Dormant

It is difficult to distinguish an extinct volcano from a dormant (inactive) one. Volcanoes are often considered to be extinct if there are no written records of its activity. Nevertheless, volcanoes may remain dormant for a long period of time. For example, Yellowstone has a repose/recharge period of around 700 ka, and Toba of around 380 ka.[10] Vesuvius was described by Roman writers as having been covered with gardens and vineyards before its famous eruption of AD 79, which destroyed the towns of Herculaneumand Pompeii. Before its catastrophic eruption of 1991, Pinatubo was an inconspicuous volcano, unknown to most people in the surrounding areas. Two other examples are the long-dormant Soufrière Hills volcano on the island of Montserrat, thought to be extinct before activity resumed in 1995 and Fourpeaked Mountain in Alaska, which, before its September 2006 eruption, had not erupted since before 8000 BC and had long been thought to be extinct.

Source : http://en.wikipedia.org/wiki/Volcano#Popular_classification_of_volcanoes

Sunday, April 1, 2012

Tim OSN Kebumian SMA MTA 2012

     Tak terasa waktu sudah berlalu begitu cepat. Sudah dua bulan lamanya kami dibina dan dibimbing untuk menghadapi OSN Kebumian. Suka duka, canda tawa, dan perjuangan mewarnai hari-hari kami. Namun, karena keterbatasan kuota dari Diknas, kami harus diseleksi untuk memlilih siapa yang pantas untuk mewakili sekolah kami. Akhirnya dari 11 orang Tim OSN Kebumian terpilihlah 3 putra-putri terbaik SMA MTA SURAKARTA yang akan mewakili sekolah ini dalam ajang Seleksi OSN Kebumian Tingkat Kabupaten/Kota. Mereka adalah :

1. Nashruddin ( XI IPA 1 )
2. Nur Ilham Azizah ( XI IPA 3 )
3. Rahmat Setyawan ( X-1 )
 
    Selamat berjuang kawan , Semoga kita mendapatkan apa yang selama ini kita impikan, Dan semoga Allah meridhoi usaha dan perjuangan kita selama ini.. Amin..

Monday, March 26, 2012

Sifat-Sifat Fisik Mineral


Semua mineral mempunyai susunan kimiawi tertentu dan  penyusun atom-atom yang beraturan, maka setiap jenis mineral mempunyai sifat-sifat fisik/kimia tersendiri. Dengan mengenal sifat-sifat tersebut maka setiap jenis mineral dapat dikenal, sekaligus kita mengetahui susunan kimiawinya dalam batas-batas tertentu (Graha,1987)
Sifat-sifat fisik yang dimaksudkan adalah:
  1. Kilap (luster)
  2. Warna (colour)
  3. Kekerasan (hardness)
  4. Cerat (streak)
  5. Belahan (cleavage)
  6. Pecahan (fracture)
  7. Bentuk (form)
  8. Berat Jenis (specific gravity)
  9. Sifat Dalam
  10. Kemagnetan
  11. Kelistrikan
  12. Daya Lebur Mineral
Kilap
Merupakan kenampakan atau cahaya yang dipantulkan oleh permukaan mineral saat terkena cahaya (Sapiie, 2006)
Kilap ini secara garis besar dapat dibedakan menjadi  jenis:
a.    Kilap Logam (metallic luster): bila mineral tersebut mempunyai kilap atau kilapan seperti logam. Contoh mineral yang mempunyai kilap logam:
  • Gelena
  • Pirit
  • Magnetit
  • Kalkopirit
  • Grafit
  • Hematit
b.    Kilap Bukan Logam (non metallic luster), terbagi atas:
  • Kilap Intan (adamantin luster), cemerlang seperti intan.
  • Kilap kaca (viteorus luster), misalnya pada kuarsa dan kalsit.
  • Kilap Sutera (silky luster), kilat yang menyeruai sutera pada umumnya terdapat pada mineral yang mempunyai struktur serat, misalnya pada asbes, alkanolit, dan gips.
  • Kilap Damar (resinous luster), memberi kesan seperti damar misalnya pada spharelit.
  • Kilap mutiara (pearly luster), kilat seperti lemak atau sabun, misalnya pada serpentin,opal dan nepelin.
  • Kilap tanah, kilat suram seperti tanah lempung misalnya pada kaolin, bouxit dan limonit.
Kilap mineral sangat penting untuk diketahui, karena sifat fisiknya ini dapat dipakai dalam menentukan mineral secara megaskopis. Untuk itu perlu dibiasakan membedakan kilap mineral satu dengan yang lainnya, walaupun kadang-kadang akan dijumpai kesulitan karena batas kilap yang satu dengan yang lainnya tidak begitu tegas (Danisworo 1994).

Monday, February 20, 2012

Struktur Geologi


Bentuk-bentuk geometri yang terdapat pada kulit bumi yang terbentuk oleh pengaruh gaya-gaya endogen, baik berupa tekanan maupun tarikan. Para ahli geologi menyebutnya Struktur Geologi, dan dikenal dengan Kekar , Sesar , serta Lipatan .
Kekar (Joint) adalah rekahan/patahan pada lapisan batuan yang terjadi akibat pengaruh gaya-gaya endogen baik tekanan maupun tarikan, tanpa mengalami perpindahan tempat.

JENIS KEKAR

  • Kekar Gerus (Shear Joint) adalah Kekar pada batuan yang terjadi akibat tekanan
  • Kekar Tarik (Tension Joint) adalah Kekar pada batuan yang terjadi akibat tarikan

Sesar (Faults) adalah rekahan/patahan pada lapisan batuan yang terjadi akibat pengaruh gaya-gaya endogen baik tekanan maupun tarikan dan mengalami perpindahan tempat/dislokasi/pergeseran. 

Wednesday, January 18, 2012

Tekstur Batuan Sedimen

Apa itu tekstur batuan? Apa bedanya dengan struktur?

Sederhananya, tekstur batuan itu sesuatu yang baru kelihatan kalau kita memperhatikan batuan dari
jarak dekat. Kamu punya segenggam batu aja, teksturnya udah bisa dideskripsikan. Sedangkan, struktur batuan justru terlihat jelas kalau kita mengambil langkah mundur dan memperhatikan batuan dari kejauhan. Sebongkah batu aja biasanya nggak bisa memperlihatkan struktur; harus ngelihat massa batuan langsung di lapangan! Termasuk struktur (batuan sedimen) di antaranya: bedding (perlapisan), laminasi (perlapisan tipis-tipis), cross-bedding (silang-siur) dsb.

Tekstur batuan sedimen punya unsur-unsur sbb:
Fragmen : butiran yang berukuran lebih besar daripada pasir
Matriks        : butiran yang berukuran lebih kecil dari fragmen, diendapkan bersama-sama dengan fragmen.
Semen       : material halus yang menjadi pengikat dan diendapkan setelah fragmen dan matrik. Semen umumnya berupa silika, kalsit, sulfat atau oksida besi.
Dan inilah tekstur batuan sedimen :

1. Ukuran butir
Dideskripsikan oleh Pak Wenworth sebagai berikut:
Nama Butir (Indonesia/English)
Ukuran Butir (mm)
Nama Batuan
Bongkah / Boulder
Brangkal / Cobble
Krakal /Pebble
Krikil / Granule
<256
64-256
4-64
2-4
Konglomerat jka butir membundar

Breksi jika butir runcing
Pasir sangat kasar / Very coarse sand
Pasir kasar / Coarse sand
Pasir sedang / Medium sand
Pasir halus / fine sand
Pasir sangat halus / very fine sand
1-2
1/2-1
1/4-1/2
1/8-1/4
1/16-1/8
Batu pasir
Lanau / Silt
Lempung / Clay
1/256-1/16
<1/256
Batulanau
Batulempung

2. Sortasi
Sortasi = derajat kesamaan ukuran butir dalam suatu batuan. Kalau butirnya ukurannya samaaaa semua, misalkan kecil-kecil semua kayak di batulempung… berarti sortasinya bagus. Sebaliknya, batuan yang punya berbagai ukuran butir dari gede, sedang, sampai halus banget, berarti sortasinya jelek abis.
Photobucket

3. Kebundaran (Roundness)
Yaitu seberapa bundar butir-butir batuan. Contoh familier adalah konglomerat yang butirnya bundar banget vs. breksi yang butirnya tajam-tajam.
Photobucket

4. Kemas (fabrik)
Kemas pada batuan sedimen antara lain: kontak antar butir, orientasi butir, dan packing.






















Sumber : http://www.kebumianzone.co.nr

Struktur Batuan Sedimen



Sederhananya, tekstur batuan itu sesuatu yang baru kelihatan kalau kita memperhatikan batuan dari
jarak dekat. Kamu punya segenggam batu aja, teksturnya udah bisa dideskripsikan (lihat posting tekstur batuan: sedimen ini). Sedangkan, struktur batuan justru terlihat jelas kalau kita mengambil langkah mundur dan memperhatikan batuan dari kejauhan. Sebongkah kecil batu aja biasanya nggak bisa memperlihatkan struktur; harus ngelihat massa batuan langsung di lapangan!

Termasuk struktur batuan sedimen di antaranya…..

1. Perlapisan/Bedding
Disebut juga emaknya batuan sedimen. Abis, kalau ada batu punya perlapisan, langsung bisa ketahuan kalau itu batuan sedimen! Ngomong-ngomong, kok bisa sih batuan berlapis-lapis kayak lapis legit?
Ehem, bidang perlapisan terbentuk jika terdapat suatu periode singkat di mana proses deposisi (pengendapan) menjadi sedikit sekali. Kata kuncinya di sini singkat, karena kalau terlalu lama, apalagi sampai terbentuk bidang erosi,  ini sudah menjadi ketidakselarasan atau unconformity. Oya, bidang perlapisan juga bisa terbentuk kalau ada perubahan lingkungan pengendapan.

2. Laminasi
Photobucket
Ini cucunya perlapisan… cuz laminasi adalah perlapisan yang tipiiiis banget, dari beberapa mili sampai 1 cm. Ini biasanya terbentuk kalau suplai sedimennya sangat sedikit. Contoh: endapan silika di dasar laut.

Convolute lamination:
Photobucket
laminasi yang tampak “terlipat” (pernah keluar di OSN 2008). Struktur convolute lamination ini muncul bukan karena perlipatan akibat gaya endogen loh, melainkan akibat pengaruh arus yang mengalir di sekitarnya atau akibat proses dewatering /liquefaksi (sedimen kehilangan kandungan air secara tiba-tiba akibat terkena gangguan). Kehilangan air yang tiba-tiba ini membuat sedimen kehilangan kekuatannya. Nah, gangguan tadi berupa stress (tekanan) yang disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya yang sering terjadi ialah oleh gempa bumi.